5 Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Balita Susah Gemuk Susah Makan

5 Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Balita Susah Gemuk Susah Makan

Anak balita susah gemuk dan makan

Saat anak susah makan biasanya akan berdampak pada berat badan anak yang susah gemuk. Hal ini sering kali dialami pada anak usia balita. Yang seharusnya anak usia balita sedang membutuhkan asupan nutrisi yang banyak guna mengoptimalkan pertumbuhannya. Akan tetapi karena anak susah makan, jadi asupan nutrisinya pun berkurang sehingga salah satu dampaknya adalah tubuh susah gemuk. Banyak sekali hal-hal yang menyakut anak susah makan dan gemuk. Berikut ini akan kami jelaskan mulai dari penyebab, cara mengatasi, hingga solusi terbaiknya.

 

Penyebab Anak Balita Susah Gemuk

Susahnya badan anak untuk gemuk merupakan salah satu dampak dari anak yang susah makan. Akan tetapi ada beberapa hal-hallain yang menjadi penyebab anak balita susah gemuk. Berikut penjelasannya.

1. Faktor Keturunan atau Genetika

Penyebab pertama yang membuat anak susah gemuk adalah adanya faktor keturunan atau genetika dari keluarganya. Jika anak dilahirkan dari orang tua yang memiliki tubuh kurus dan mengalami masalah pada penyerapan nutrisi hal ini biasanya akan terturunkan pada anak. Sebenarnya tidak hanya dari orang tua saja, ada kemungkinan besar juga dari saudara orang tua yang masih sedarah.

2. Kurangnya Asupan Nutrisi Anak

Kurangnya asupan nutrisi anak yang mencukupi merupakan salah satu indikator yang menyebabkan anak menjadi susah gemuk. Ada beberapa jenis nutrisi yang harus dicukupi agar anak menjadi gemuk yaitu zat besi, asam folat, dan viamin B12. Jika anak kekurangan beberapa jenis asupa nutrisi tersebut tubuh anak akan susah gemuk.

3. Anak Memiliki Riwayat Alergi Terhadap Suatu Makanan

Anak balita yang memiliki riwayat alergi terhadap suatu makanan tertentu bisa membuat anak susah gemuk. Contohnya saja pada anak balita yang sudah alergi terhadap susu sejak bayi. Anak yang seperti itu bisa mengalami diare atau sakit perut setelah makan, sehingga membuatnya trauma untuk makan dengan benar. Oleh sebab it asupan nutrisi anak menjadi berkurang dan tubuh anak menjadi susah gemuk.

4. Anak Menderita Cacingan

Usia balita merupakan waktu anak memasuki masa pertumbuhan. Di masa itu biasanya penyakit cacingan akan mulai menyerang tubuh anak. Penyakit cacingan ini bisa menyebabkan tubuh anak sulit gemuk. Karena semua nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak akan diserap oleh cacing-cacing tersebut. Cacing dalam perut anak biasa berkembang menjadi lebih banyak, oleh karena itu anda harus segera mengobatinya.

5. Tubuh Anak Mengeluarkan Banyak Kalori Secara Berlebih

Ini biasanya terjadi pada anak yang sangat aktif, sehingga banyak sekali kegiatan yang dia lakukan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh anak diubah menjadi energi dan dibakar menadi kalori setiap harinya. Nah, pada anak yang aktif pembakaran kalori biasanya akan lebih banyak dan energinya pun tidak ada yang bisa tersimpan menjadi lemak dalam tubuh. Sehingga membuat tubuh anak menjadi susah gemuk.

 

Cara Mengatasi Anak Balita Susah Gemuk

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menggemukan badan anak balita yang susah gemuk. Berikut penjelasannya.

1. Tingkatkan Kualitas Serta Kuantitas ASI

Usia balita biasanya masih diberikan ASI ekslusif dari ibunya. ASI ekslusif yang berkualitas dan berkuantitas baik akan membantu untuk menggemukan badan anak. Untuk itu tingkatkan kualitas dan kuantitas ASI anda dengan meningkatkan asupan nutrisi untuk tubuh anda. Selain itu terapkan juga pola hidup yang sehat dengan istirahat yang cukup.

2. Berikan Asupan Nutrisi Yang Mencukupi

Salah satu hal yang menyebabkan anak susah gemuk adalah kurangnya asupan nutrisi tubuh yang mencukupi. Untuk itu usahakan untuk selalu mencukupi asupan nutrisi anak, misalnya dengan memberikannya cemilan sehat, buah-buahan, serta aneka jenis sayuran pada menu MPASI untuk anak. Perhatikan juga porsi pemberian makan anak, usahakan sesuai dengan energi yang dikeluarkan oleh anak. Jangan terlalu sedikit dan juga jangan terlalu banyak.

3. Atur Jadwal Pemberian MPASI

Pemberian MPASI memang sangat penting untuk membantu menggemukan badan anak. Aturlah jadwal pemberian MPASI pada anak secara tepat dan teratur agar asupan nutrisi anak selalu tercukupi. Berikan MPASI yang memiliki kandungan gizi yang tinggi yang sesuai dengan makanan untuk usia balita. Jangan sampai anak melewatkan waktu makannya.

4. Berikan Cemilan Yang Sehat Untuk Balita

Pemberian cemilan yang sehat juga bisa mebantu menambah berat badan anak. Berikan cemilan di sela-sela waktu pemberian MPASI. Anda bisa memberikan cemilan berupa buah-buahan seperti alpukat, pisang, dan daging kelapa muda. Selain itu anda juga bisa memvariasikannya menjadi beberapa jenis minuman. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa jangan terlalu banyak memberikan cemilan pada  anak.

5. Cukupi Waktu Istirahat Anak

Dengan menjaga waktu istirahat anak yang cukup akan menjaga stamina tubuh anak. Selain itu saat anak sedang tidur proses pertumbuhan anak akan berlangsung. Karena jika tubuh anak terlalu banyak aktivitas maka kalori yang dibakar akan semakin banyak dan tubuh anak susah untuk gemuk.

 

Penyebab Anak Balita Susah Makan

Suatu masalah pasti ada penyebabnya, begitu juga dengan kondisi anak balita yang susah makan. Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anak balita menjadi susah makan. Sebagai orang tua mengetahui penyebab anak susah makan sangatlah penting untuk mengetahui cara mengatasi yang tepat. Berikut penjelasannya.

1. Anak Sedang Tumbuh Gigi

Saat anak mulai memasuki usia 4-6 bulan umumnya gigi anak akan mulai tumbuh. Biasanya saat tumbuhnya gigi baru anak akan merasakan nyeri dan sakit. Sehingga membuat anak menjadi rewel dan tidak mau makan. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab anak susah makan yaitu tumbuhnya gigi.

2. Sedang Sakit

Anak usia balita sudah mulai sering terserang beberapa jenis penyakit. Saat anak sedang sakit biasanya nafsu makan akan menurun sehingga dia menjadi susah untuk makan. Ada beberapa penyakit yang memang membuat nafsu makan anak menurun, contohnya saja sariawan, demam, flu, pilek, hingga bisa saja anak terkena gangguan pada lambungnya.

3. Menu Makanan Yang Kurang Bervariasi

Menu makanan  yang kurang bervariasi bisa menjadi salah satu penyebab anak balita susah makan. Anak balita biasanya memiliki keinginan untuk mengenal berbagai macam rasa. Sehingga jika anda hanya memberikan menu makan yang itu-itu saja anak akan merasa bosan dan malas untuk makan. Untuk itu anda harus lebih kreatif untuk memberikan kreasi pada menu makanan balita mulai dari rasa, tampilan, hingga tekstur makanan.

4. Sedang Beradaptasi Dengan Menu Makanan Baru

Setelah anak memasuki usia sekitar 6 bulan anak mulai bisa di beri MPASI. Saat anak mulai diberi MPASI, dia akan mengenal rasa baru. Akan tetapi kebanyakan anak akan menolak saat pertama diberi MPASI. Hal ini disebakan karena anak sudah terbiasa dengan ASI dan rasa MPASI yang berbeda dengan ASI. Tapi anda jangan khawatir, karena hal ini biasanya tidak akan berlangsung lama. Yang anda sebaiknya lakukan adalah memperkenalkan beberapa jenis makanan baru agar lidah anak tidak kaget.

5. Terlalu Sering Mengemil

Pemberian cemilan kepada balita memang sudah diperbolehkan untuk mengisi perut anak di sela-sela waktu makannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa jangan terlalu berlebihan dalam memberikan camilan pada balita. Karena saat anda terlalu banyak memberikan cemilan anak akan merasa sudah Kenyan saat jam makan tiba, sehingga anak tidak mau memakan menu makanannya. Untuk itu usahakan untuk memberikan cemilan di waktu yang jauh sebelum jam makan tiba.

 

Cara Mengatasi Anak Balita Susah Makan

Setelah mengetahui beberapa penyebabnya, sekarang yang harus anda lakukan adalah cara mengatasi anak susah makan. Ada beberapa cara mengatasi anak balita susah makan yang bisa dan mudah untuk anda terapkan di rumah. Berikut penjelasannya.

1. Berikan Dalam Porsi Kecil

Ukuran lambung anak ternyata mempengaruhi pada nafsu makan anak. Saat balita ukuran lambung anak masih kecil sehingga belum bisa mencerna makanan secara maksimal. Untuk itu berikan dia makanan dalam porsi kecil. Sebaiknya tanyakan dulu apa makanan yang sedang diinginkan sebelum memberikannya.

2. Variasikan Tampilan Menu Makanannya

Bosan dengan tampilan makanan juga merupakan salah satu penyebab anak susah makan. Untuk itu buatlah variasi makanan agar anak tidak merasa bosan. Varisasi bisa diberikan pada tampilan, rasa, maupun warna. Contohnya dengan membuat nasi dan lauk menjadi suatu bentuk karakter hewan yang lucu. Tampila makanan yang menarik bisa membuat nafsu makan anak meningkat sehingga dia mau memakannya.

3. Hindari Memaksa Anak Untuk Makan

Memaksa atau menakut-nakuti anak agar mau makan adalah suatu hal yang salah. Karena hal itu bisa membuat anak menjadi takut dan trauma untuk makan. Jadi berusahalah untuk membujuknya dengan pelan, tanyakan alasan kenapa tidak mau makan. Ciptakan juga suasana makan yang menyenangkan untuk anak. Hal ini bisa meningkatkan nafsu makan anak dan juga menghangatkan hubungan antara ibu dengan anak.

4. Atur Jadwal Makan Anak Sebaik Mungkin

Mengatur jadwal makan anak dengan baik dan benar adalah salah satu cara untuk mengatasi anak susah makan. Aturlah waktu antara pemberian makanan berat dengan cemilan untuk anak. Sebisa mungkin berikan camilan pada saat jauh sebelum waktu makan anak tiba. Biasakan anak untuk makan tepat pada waktunya. Hal ini akan membuat anak tersadar dengan sendirinya untuk makan jika sudah lapar.

5. Berikan Contoh Yang Benar Pada Anak

Kebanyakan anak akan menirukan apa yang dilakukan orang tuanya terutama saat usia balita. Untuk itu jika anda menginginkan anak anda suka makan sayur dan makan dengan benar maka lakukanlah hal itu di depan anak. Biasanya anak akan memperhatikanya kemudian dia akan menirukan hal yang sama yang anda lakukan.

 

Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Anak Susah Makan dan Susah Gemuk

Dalam mengatasi anak susah makan dan susah gemuk tidak hanya melakukan beberapa cara di atas saja. Akan tetapi anda juga perlu memberikannya vitamin sebagai pendamping dalam mengatasi anak susah makan dan untuk menggemukan badan anak. Pilihlah vitamin yang sesuai dan aman untuk dikonsumsi oleh anak balita. Perhatikan kandungan yang ada di dalam vitamin tersebut. Usahakan untuk memilih vitamin yang  memang mengandung bahan alami yang bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan anak dan berat badan anak tanpa ada campuran zat kimia.

Disini kami merekomendasikan vitamin untuk anak balita anda yaitu MADU ANTARIKSA. Madu Antariksa ini merupakan vitamin yang memang diformulasikan untuk anak-anak mulai dari batita,balita, hingga anak-anak usia 12 tahun. Di dalam vitamin ini mengandung madu murni, temulawak, gamat emas, dan albumin/ikan gabus tanpa ada campuran zat kimia apapun. Ke empat bahan tersebut memang sudah dipercaya berkhasiat ampuh untuk kesehatan anak. Madu antariksa ini ampuh untuk meningkatkan nafsu makan anak dan menambah berat badan anak. Yang terpenting adalah vitamin ini tidak memiliki efek samping.

Baca Juga : Madu Gemuk Anak dan Penambah Nafsu Makan Anak

Informasi Lengkap Tentang Madu Antariksa

Nama Produk : Madu Antariksa
Komposisi : Madu asli, temulawak ,Albumin ikan Gabus & Gamat emas

Sertifikasi : Dinas Kesehatan (P-IRT No. 2093275010580-21) dan Halal MUI
Ukuran perbotol : 170ml
Anjuran Konsumsi : Diminum 1 sendok makan, 2 X sehari
Harga / Botol : Rp.85.000/ botol
Baik Dikonsumsi oleh : Bayi, Anak anak dan balita

Aturan Pakai :
Usia 1-3 tahun : 2-3 sendok teh 2x sehari
Usia 4-12 tahun : 2-3 sendok makan 3x sehari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *